Posts

Showing posts with the label #30HariMenulisSuratCinta

Surat 1

Image
Kepada Esha Etlin Saratoga, S.Kel Hai, Esha. Ketika kamu baca surat ini, kamu sudah akan berada jauh dari sini. Yah walaupun tidak sejauh itu sebenarnya. Kita masih menginjak tanah yang sama, berada dalam zona waktu yang sama, dan (mungkin) bisa memandang langit yang sama ( halah ). Intinya kamu dan aku sekarang sudah tidak satu kota lagi. Mungkin kamu akan sering berkunjung ke sini, atau aku mungkin bisa mengunjungimu di sana, tapi itu semua baru mungkin. Mungkin iya, mungkin tidak, kita tidak pernah tahu, Esha :) Jadi beserta surat ini aku mau menyampaikan terima kasih kepada kamu. You have no idea how much I thank you  :) Terima kasih satu, karena dulu kamu (beserta Theo dan Begeng) mau menghibur aku yang lagi cranky berat gegara datang bulan dan kita harus keliling-keliling ke kantor UKK seharian. Seharian aku yang lemah-letih-lesu kalian ajak ngomoooong terus, dari aku cemberut sampai bisa ketawa lepas, karena kalian. Kalian kece! Aku tahu gimana ngeselinnya aku k...

Ibu Pos Elikah Tersayang...

Hai. Ibu Pos Elikah tersayang... Terima kasih ya sudah mau mengantarkan surat-suratku tahun ini. Aku tahu suratku nggak mutu, suka telat, suka bolos, isinya soal orang yang itu-itu aja, sempat bikin sedih, tapi tetap dibaca semua, dikirimin satu-satu. Terima kasih ya :') Ibu Pos Elikah tersayang... Tahun ini ketiga kalinya aku ikut proyek ini, tapi baru tahun ini aku menulis sekian banyak surat. Tepatnya 15 surat di tumblr drakuliandvamp.tumblr.com yang isinya mengenai Drakuli, 2 surat di tumblr philothra.tumblr.com yang ditulis ketika kesulitan akses internet, dan 6 surat di blog luzeagua.blogspot.com termasuk surat ini. Oh ya, ditambah 7 surat Dua Hati. Pas 30 surat (harusnya 45 sih ya hehe), tapi tetap prestasi baru untuk aku.Tahun 2011 aku menulis hanya 5 surat dan tahun 2012 aku hanya menulis 6 surat, dua-duanya dikirimkan oleh Ibu Pos Eka Otto. Jujur saja, aku jadi semangat karena selalu dapat komentar. Terima kasih ya :') Ibu Pos Elikah tersayang... Maaf ya ...

Kepada Tuhan yang Maha Keren

Kepada Tuhan yang Maha Keren, Surat ini akan singkat saja. Aku hanya ingin berterima kasih. Ada waktu-waktu di mana aku merasa Kau mengatur semesta dengan tidak berpihak padaku. Membuatku mengomel dalam hati. Membuat aku bermuram durja tanpa alasan berarti. Tapi ternyata semua itu hanya persiapan pembangunan jalan yang lebih mudah dilalui. Tuhan yang Maha Keren, aku mengamati bagaimana sulitnya jalan teman-temanku, walaupun mereka memulai lebih dahulu. Terima kasih karena walaupun aku mulai terakhir, tapi tidak terlambat, justru paling dimudahkan jalannya. Terima kasih, terima kasih, terima kasih. Tuhan yang Maha Keren, sekian dulu suratku. Anak-Mu yang nakal, Ai

Ciyeee....Samaan!!!

Dear Nisa, Terima kasih sekali atas suratmu. Aku belum pernah dikirimi surat sebelumnya oleh siapapun di Pos Cinta. Satu-satunya yang mengirimiku surat ya mantanku itu hehehe. Oh ya, surat ini tidak akan diantar oleh Ibu Pos aku, Ibu Pos Elikah yang merdu suaranya, karena aku baru mulai menulis ini pukul 19.05. Bukan karena malas, tapi aku jujur saja tidak tahu harus menulis pada siapa hari ini. Oke aku cupu ( .___. ) Baiklah, baiklah. Aku juga harus mengakui bahwa aku baru saja bertingkah konyol. Saking senangnya dikirimi surat, aku langsung membuka blogmu. Aku penasaran dengan surat-suratmu. Dan aku menyukai mereka. Kamu tahu permen kapas? Kurasa tulisanmu seperti itu, manis, ringan, tidak dibuat-buat. Duh. Aku merasa jadi stalker deh hehehe. Dari semua suratmu aku paling suka dengan surat yang berjudul Untuk Cemburu yang Terburu-buru  . Entah bagaimana aku merasa tersindir. Kamu mengerti kan, betapa aku akrab dengan cemburu itu. Yah, kurasa suratku yang itu cukup mengg...

Kepada Ibu Baru

Hai. Selamat malam Ibu. Maaf tadi sore saya lupa mengabari Ibu. Saya sudah sampai rumah dengan selamat Bu. Sebenarnya saya ingin melengkapi dengan "saya tidak kurang suatu apapun", tapi sayangnya saya kekurangan sesuatu. Kunci motor saya jatuh Bu di jalan :'(  Saya tidak tahu Bu jatuhnya di mana, saya baru sadar waktu sampai di kos teman saya, ketika mau mematikan motor saya sadar kalau kunci motor saya tidak ada. Untung motor saya motor kopling jadi masih bisa dimatikan dengan mudah hehehe. Tapi tidak usah khawatir Bu, saya tidak dimarahi orang tua saya, tidak masalah, nanti tinggal saya buat surat kehilangan dan cetak STNK baru :) Ibu terima kasih banyak ya untuk 35 hari yang telah lalu. Maaf merepotkan Ibu sekeluarga selama kami di sana. Maaf kalau selama kami di sana suka malas Ibu ajak-ajak ke sana ke sini, padahal secara tidak langsung itulah yang menyelamatkan wajah pemalas kami di hadapan warga desa :') Oh ya, terima kasih atas pertukaran resepnya ya Bu...

Geng Gembrot

Image
HAIIII GEMBROOOOOTT!!!!!!!!!! Ini hari terakhir kebersamaan kita, Mbrot. Sedih sih, sedikit, tapi toh kita tinggal di kota yang sama. Janji ya kita harus ketemu lagi. 35 hari bareng lhoooo masa kita belum pernah sekali pun jalan-jalan atau makan-makan lengkap? :'( Surat ini aku dedikasikan untuk kalian Mbrot. Sekali-kali aku harus tunjukkan sama kalian rasa cintaku pada kalian Kepada Pak Yudhi, yang sudah kami repotkan selama ini. Terima kasih. Terima kasih mau kembali ke tahun 2004 *eh* demi bisa bergaul dan bercengkrama bersama kami. Kepada Septi, yang sering saya pepet ketika tidur. Terima kasih. Terima kasih tidak pernah protes mengenai lasaknya tidurku. Maafin ya Septiii :" Kepada Riyan, yang selalu direpotin sejak di kampus. Terima kasih. Terima kasih sudah menjadi anak Kelautan sejati yang menjaga temannya kapan saja di mana saja. I love you . Kepada Sarah, yang ternyata lebih macho dari aku. Terima kasih. Terima kasih sudah menunjukkan girls power  kepad...

Kepada Anak Bangsa

Image
Hai. Kamu yang di foto... Kamu, aku bahkan tidak tahu namamu. Kamu, aku bahkan lupa kamu kelas berapa. Tapi kamu, aku jatuh cinta. Aku jatuh cinta dengan semangatmu saat mewarnai lambang negara kita. Aku jatuh cinta dengan tawamu. Apa cita-citamu, jagoan kecil? Coba beritahu Kakak. Cita-citamu tinggi bukan? Jika tidak, tolong pikirkan ulang, jagoan kecil. Bermimpilah untuk jadi dokter, astronot, dokter hewan, pengacara, arsitek, pendeta, ustad, penyanyi, pemain sepak bola, bintang film, pemusik - apapun. Bermimpilah setinggi-tingginya. Perjuangkan mimpi itu. Kamu tahu, di usiamu aku bermimpi untuk punya gereja dan jadi guru TK. Di usiamu, seorang sahabatku bermimpi jadi astronot. Di usiamu, adikku bermimpi jadi arsitek. Kamu ingin jadi apa? Bermimpi yang indah ya, jagoan kecil. Indonesia butuh lebih banyak mimpi indah. Aku sedih melihat anak-anak zaman sekarang. Di TV belakangan ini dibahas mengenai 'cabe-cabean', kamu pernah dengar? Temanku bercerita, ada se...

San-san

Dear San-san, It's been years since our last meeting, right? I remember you were angry at me, for a reason I never understand. I remember you didn't want to talk to me, at all, until you graduated from our junior high school. I remember I tried to talk to you, a lot of times. I didn't understand why should you stop talking to me. I remember even when I came to your house with my friends and yours, you didn't talk a bit to me. And finally, a day, I could get you on the phone, and you said you weren't angry, and we're friends again. It was the last time I hear your voice. You know, I liked you. I thought you did too, because my friends told me so. It doesn't matter now, it's just that...it did matter. I was always happy being around you, talking to you, laughing with you. I loved how did you care to me. I was only a little girl, and little girls melt with such things I suppose. The happiness broke when guys in your organization said that our friends...

Terima Kasih Tuhan

Tuhan, hari ini aku memperingati kembali hari lahirku 19 tahun silam. Terima kasih untuk adikku sayang Adinda yang bersusah payah membangunkanku dalam seragam sekolah lengkap cuma untuk bilang "Selamat Ulang Tahun." Terima kasih untuk Bapak yang main gitar pakai baju rapi cuma untuk "jamuan makan siang spesial ulang tahun Aida". Terima kasih untuk Mama dan makannya yang lezat. Terima kasih untuk Mas Taufan, yang mengucapkan selamat ulang tahun pertama kali hari ini, bahkan sebelum diriku sendiri. Terima kasih untuk Mas Ludy dan ucapannya yang penuh doa dan nasihat. Terima kasih untuk Mas Zeus dan foto kartu ucapannya yang lucu. Terima kasih untuk Mas Panca yang kembali melupakan ulang tahunku tapi masih sempat memberikan doa untukku. Terima kasih untuk semua temanku yang menyempatkan waktu mereka untuk mengucapkan selamat ulang tahun. Terima kasih untuk 19 tahun yang telah berlalu dalam kebahagiaan. Terima kasih untuk semester satu, dua, dan tiga di Universita...

Happy Birthday Mas PDP!

Image
Dear, Mas @PancaDP, happy birthday! I really wished you have a little time to check your twitter account right on Januari 26th 2012 so this letter won't ended up too early or too late =) I know you write much better than me, so I didn't even try to write you a letter, or a birthday blessing. I looked for a great blessing to be sent to you and I found this marvelous Irish Blessing. I hope you like it like I do, because believe me, although I wasn't ehe author, I write this (not copy paste it) with all my heart praying for you.      May the road rise to meet you      May the wind be always at your back      May the sun shine warm upon your face      The rains fall soft upon your fields      And until we meet again,      May God hold you in the palm of His hand.      May God be with you and bless you      May you see your children's children     ...

Aii Misses You, Tangerangs

Image
Hei. Aku tadi bilang sama Eka Otto untuk memberiku kesempatan kalau aku terlambat mengirimkan surat ini. Sebenarnya, aku sudah duduk berjam-jam di depan komputer dan tetap tidak tahu bagaimana harus menulis surat ini. Aku cuma bisa menulis "Hei." di atas. Tapi surat ini harus selesai. Harus. Jam berapa pun, harus selesai. Seharusnya tidak sulit menulis surat kepadamu. Kan ada banyak kenangan, banyak perasaan, dan banyak kesan yang tertinggal untuk aku simpan rapi dalam sebuah ruangan berlabel 'Tangerang' dalam hatiku. Tapi rasa-rasanya terlalu banyak. Semuanya berebut keluar tanpa memberiku kesempatan untuk memilih. Aku tenggelam. Hatiku sekarang penuh sesak dengan isi ruangan itu tanpa bisa dicegah. Dan sayangnya semua itu tidak keluar dalam bentuk kalimat. Semuanya itu malah keluar dalam bentuk butir-butir bening asin yang hangat. Ah sudahlah. Memang seharusnya aku tidak memulai. Seharusnya tidak kubuka kunci ruangan itu. Sekarang bagaimana aku akan membereska...

How's Life, My Browniebear?

Aku rindu, Ditha. Masihkah kamu tenang, seperti laut di bulan April? Masihkah kamu senang tengelam dalam komik-komikmu? Masihkah kamu ceria? Lihat. Aku bahkan tidak lagi mengenalmu. Semua tahun yang terhilang memang salahku. Salahku sepenuhnya karena meninggalkanmu saat menemukan duniaku yang baru. Aku bahkan tidak memenuhi janji terakhirku padamu. Aku tahu aku keterlaluan. Tapi kamu tahu kan aku sebenarnya menyayangimu? Oke, itu bahkan tidak mendekati layak dijadikan pembelaan. Aku minta maaf Ditha untuk semua episode hidupmu yang terlewat dariku. Seharusnya aku tahu kamu tidak akan bercerita sebelum aku bertanya. Seharusnya aku mau menyediakan waktu untuk bertanya. Seharusnya aku peduli padamu, bukan hanya minta kepedulianmu dan membuatmu bosan dengan segala ceritaku. Ah sudahlah. Kalau kuteruskan, nanti aku akan melakukan pembelaan lagi. Aku minta maaf. Aku tahu kamu tidak marah, bahkan mungkin mengerutkan kening kalau kamu membaca surat ini. Tapi aku benar-benar menyesal. Aku akan ...

Hello

Well, hello! Apalagi sih yang mau dikatakan sesorang di awal perjumpaannya kalau bukan "hello" atau "hai", atau mungkin "eh". Apapun itu, yang jelas ini adalah awal perjumpaan kita, saya, yang akan menulis surat-surat cinta yang sama sekali tidak akan terdengar (eh terbaca) puitis; dan kalian para Tukang Pos Cita, yang akan berpikir 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, ... n kali sebelum mengirimkan surat-surat cinta saya. HELLO! Suar ini, saya tujukan untuk kalian, para Tukang Pos Cinta yang jagoan menurut saya. Sebenarnya surat ini sudah jadi berhari-hari yang lalu tapiiii karena satu dan lain hal, akhirnya saya baru bisa memposting surat ini sekarang. Bolos seminggu deh ngirim surat cintanya :'( Sebenarnya ya Kakak Tukang Pos, saya engga begitu suka nulis. Saya sukanya baca...apaaa aja saya baca, sejak kecil. Orang tua saya sempat melarang saya menyentuh novel anak-anak koleksi saya saking seringnya saya menghabiskan waktu bersama mereka. Hasil dari...

Kepada Mantan PresBEMku

Kepada Mantan Presiden BEM FPIK, Panca Dias Purnomo. Menilik satu dan lain hal, saya hendak menyatakan beberapa hal, sebagai berikut : 1. Saya mengidolakan Anda. Anda tahu, orang pertama yang berhasil meyakinkan saya bahwa orang dari FPIK UNDIP bisa jadi orang yang keren dan berkarakter. Aura Anda itu seperti aura calon direktur lho, bukan aura mahasiswa. 2. Saya terinspirasi oleh Anda. Anda adalah seorang ketua BEM sebuah fakultas dengan kesibukan yang sangat tinggi. Tapi prestasi akademis Anda juga luar biasa hebat. Padahal mereka yang mahasiswa dengan kesibukan biasa saja belum tentu bisa sebaik Anda pencapaian akademisnya. 3. Saya berjuang keras untuk Anda. Anda tidak kenal saya dan saya pun tidak. Tapi saya berjuang untuk jadi yang terbaik itu semua karena Anda dan, entah bagaimana, untuk Anda. Saya mau buktikan, kepada diri saya sendiri, dunia, dan Anda, bahwa saya bisa sehebat, bahkan lebih hebat daripada Anda. 4. Saya suka sekali membaca surat cinta Anda un...

Keluarga Tuhanku

Selamat pagi, KOR'S!! Apa kabar?!?! Pasti LUAR BIASA, YES YES YES kan?! Aaaaaaaaa kangennya aku dengan sapaan khas kita itu... :'3 Ah teman-teman, di sini aku sepi deh rasanya. Kalau dulu hampir seminggu 3x aku ke gereja di luar kebaktian, untuk katekisasi lah, untuk persiapan kebaktian lah, atau untuk rapat ini itu lah, sekarang aku cuma ke gereja hari Minggu untuk kebaktian, malah seringkali bolos ngga gereja. Aku sangat bersyukur bisa jadi bagian dari kalian, mengingat aku termasuk anak yang sangat pasif dan orangtuaku pun pasif. Dulu rasanya sulit dipercaya aku bisa terpilih untuk jadi panitia Kebaktian Padang. Pengalaman pertamaku berkecimpung di dunia gereja, dan yang akhirnya membuatku kenal kalian dan benar-benar niat untuk jadi pelayan. Bianda, Zeus, Ka Shelly, Ka Kristin... tanpa kalian mungkin aku ngga akan ada sebagai pelayan di sana. Terutama untuk kakak-kakak yang mau kasih kesempatan untuk aku, makasih banget.. Untuk Bianda dan Zeus, terima kasih karena ...

Garyl dan Archie Berdebu

Kepada Garyl gitarku yang setia, yang selama ini berdebu di sudut kamar, atau sebenarnya di sudut antara lemari dan ranjangku. Garyl, kalau selama ini aku sering mendiamkanmu, bukan aku marah padamu, bukan! Aku hanya terlupa menyisihkan waktuku untuk memangku dan membelaimu. Maafkan aku untuk itu. Kalau selama ini aku jarang sekali membersihkan debu yang melapisimu, bukan aku tidak mencintaimu, bukan! Aku hanya keasyikan memainkanmu hingga melupakan yang lain. Garyl, ingatkah waktu pertama kali kita bertemu? Waktu itu, di pagi hari ulang tahunku, aku melihatmu terbungkus kardus di ujung kamarku. Ya, kamu adalah gitar pertamaku, sebuah Yamaha C 330 yang bagus sekali dan enak dimainkan. Kamu tahu, kamu adalah satu dari sepuluh gitar yang lehernya lurus sempurna. Keren kan? Yang jelas aku senang sekali bisa punya gitar yang benar-benar milkku sendiri waktu itu walaupun aku belum bisa memetik dawaimu dengan benar. Garyl, sudah tujuh tahun kamu setia jadi gitarku. Aku yang sering tid...

Untuk Sepupuku..

Sepupuku Mas Ardhy sayang, Rasanya agak sedikit aneh ya menulis surat semacam ini untuk Mas, apalagi Mas tipe orang yang bisa menerima kesentimentilan seorang cewek, jadi sebenarnya aku bisa dengan mudah ngomong langsung ke Mas. Tapi menulis surat untuk Mas menurutku bisa jadi menyenangkan juga. Walaupun aku ngga berharap Mas baca karena aku pasti maluuuu sekali entah kenapa. Mas tau ngga sih, sejak aku masih kecil dan Mas masih cupu, Mas itu selalu jadi sepupu favoritku. Aku sendiri ngga tau pasti alasannya, tapi aku ingat aku paling senang kalau ke rumah Eyang bisa ketemu Mas. Malah dulu aku hobinya cium-cium Mas sampe Mas jengkel ya? Maaf yaaa ^^v Jujur ya Mas, aku dulu berharap sampai kita (atau aku lebih tepat) dewasa pun aku masih bisa bermanja-manja sama Mas, aku masih bisa merasa punya Mas yang ngelindungin aku, aku masih bisa cerita soal apapun ke Mas, dan aku masih jadi adek kesayangannya Mas. Dan aku senang Mas, senang sekali, karena harapanku sejauh ini terwujud. Aku...

Laporan Perasaan

JUDUL Surat Rindu untuk Sang Adik di Tangerang pada Tahun 2011 LATAR BELAKANG PENULISAN Pada akhir tahun 2008 sampai pertengahan tahun 2010, saya hampir selalu dekat dengan seorang teman bernama Dimas. Dia sudah seperti adik bagi saya saking dekatnya kami. Kemudian saya menemukan program #30HariMenulisSuratCinta dan membaca sebuah surat yang menarik. Saya lalu memutuskan untuk menulis surat cinta juga untuk Dimas. RUMUSAN MASALAH 1. Bagaimana awal kedekatan Aida dan Dimas? 2. Bagaimana perjalanan hubungan Aida dan Dimas? 3. Bagaimana bisa Aida rindu Dimas? TUJUAN 1. Mengikuti #30HariMenulisSuratCinta 2. Menyampaikan rinduku 3. Mengisi waktu luang 4. Menyelesaikan rumusan masalah HIPOTESIS Saya menderita kangen akut dan keparnoan pribadi. DASAR TEORI 1. Rindu rin.du a 1.sangat ingin dan berharap benar terhadap sesuatu 2.merasa ingin sekali hendak bertemu ke.rin.du.an n perihal rindu; keinginan dan harapan (akan bertemu dsb.) me.rin.du v 1.menjadi rind...