Posts

Showing posts with the label Family

Fear

Before leaving Indonesia a little more than one year ago, I thought to myself that I might not be able to see my grandparents ever again. That the last time I said goodbye to them was the final goodbye, for once and all. It was not without reason. My grandparents are old, and they were already weak and sick. I know, if one of the three grandparents left the earth when I'm still abroad, there would be no chance of me going home. Even my Dad said that if he died, I should not go home because there's no point in it. So I prayed that I would still be given the chance of seeing them again when I'm home. That they'll stay two more years. Only yesterday, Mum told me that she just bought diapers for her Mum, my Mbahti. She said that she is so weak now and basically bedridden. But she said that my Dad's mum, my Eyang, is quite better. Alas, this morning I woke up with a news that Eyang was admitted to the hospital again. She was in the ICU for the whole day, unc...

Homesick

I'm homesick.   I miss my old home so badly. It's not the house, no. I could cope it quite easily. It's not the friends I lost, no. My old friends are still close, and new friends are as good as the old ones. I go to college. And college life keep me busy. And I like it. I can forget where I am. I can forget about the new house I hate. But...things are just getting worse. Worse. And worse. I hate my new house because I lost everything. Everything, at that time. Good environment. Good neighbors. Good friends. Good communities. Good places to hang out. Good house. And a house that felt like home, a place where I always come back to, a place where my heart belongs. Here. I knew no one. I knew nothing about. And I started to runaway. Runaway from my new (supposedly) home.  Why? Mommy and Daddy were too busy struggling to make ends meet. I miss them. Although I see them everyday, they seemed to never be there. The have no time for us; me and my sister. And I ran. ...

Hi Gal, I Miss You...

Aku nggak pulang tadi malem. Dan beberapa minggu belakangan ini kalau pun pulang aku duduk di meja belajar, ngerjain laporan. Minggu ini laporan agak longgar. Tapi tetep aja aku menghabiskan waktu di meja belajar. UTS sih -__- Tadi tiba-tiba Bapak bilang gini, "Eh Nak, tadi Bapak sms kamu lho. Tapi HP-mu mati ding ya. Sebenernya sms-nya udah daritadi, cuma Bapak nggak tau kalo nggak terkirim." "Hah? Bapak sms ke nomor yg XL? Emang sms apa? Kan Bapak udah tau kalo HP-ku sedang diperbaiki.." "Ya kan Bapak bilang, smsnya udah dari tadi. Cuma baru ngeh aja kalo belum terkirim. Terus tetep Bapak kirim. Tapi HP-nya mati. Jadi nggak bisa terbaca juga deh." "Oh. Emang sms apa?" Setelah itu Bapak ngambil HP, ngutek-ngutek sebentar, buka sent items  terus nunjukkin smsnya. Tau enggak sih, Bapak sms apa? Pendek sih. Tapi...ternyata... Hi gal, I miss u Aku langsung diem. Nyengir, tapi dalem hati terharu. Nah, ini akhirnya netes kan airmatanya....

Semarang?

Sudah hampir 10 bulan saya tinggal di Semarang. Sudah cukup lama. Seharusnya sudah cukup untuk membuat saya merasa betah. Ya, saya betah. Sangat betah. Apalagi ini tanah kelahiran saya. Apalagi s\ini tanah tempat keluarga saya berkumpul. Apalagi ini (pernah) merupakan tempat liburan favoritku. Aku mencintai tanah Semarang. Tapi tidak, aku belum ingin menjadi bagian dari tanah Semarang. Aku belum ingin mengalir dalam nadinya, aku belum inigni menyelaraskan denyutku dengan denyutnya, aku belum ingin tenggelam di dalamnya. But, a house is not a home.   And Semarang is not a home, definitely not yet. Waktu pertama kali Bapak saya mengatakan kami akan pindah ke Seamrang, semuanya baik-baik aja. Saya ngga maslaah Bapak saya pensiun dini. Saya ngga masalah kami hanya hidup dari uang pensiun dan hasil warung. Saya ngga masalah kami pindah ke Semarang. Itu semua asyik kok, petualangan hidup. Lalu, saya ngga diterima di UGM. Keceriaan saya goyah. La...

Refleksi Seorang Anak Bandel

Sejak kecil, aku selalu mikirin orang tuaku. Aku selalu mikir ini layak ngga buat mereka, gimana cara bikin mereka seneng, gimana caraku nebus kesalahan-kesalahanku, gimana aku bikin mereka bangga, gimana caranya ngalahin diri sendiri supaya mau nurut, gimana caranya ngalahin diri sendiri untuk ngga males bantu mereka, hal-hal kayak gitu lah.. Sampe pas TK aku ngga pernah mau denger lagu "Surga di Telapak Kaki Ibu"nya Enno Lerian. Tiap denger lagu itu aku ketakutan...takut ngga bisa masuk surga karena aku selalu bandel. Semakin gede, aku semakin bandel, itu jelas. Waktu SD entah berapa kali aku bohong untuk hal yg sederhana : main ke rumah temen. Tapi akhirnya pasti ketauan sih hehehehe.. Cuman yahh itu menurutku merupakan salah satu tanda bahwa aku bukan anak yang baik dan bertanggung jawab sejak kecil. Pernah juga aku sms temenku dan NGATA NGATAIN DIA SECARA EKSTRIM. Gila banget itu... Sampe orangtuanya ngamuk-ngamuk sama aku. Terus pernah juga aku dihukum cuma bawa uang tr...