Posts

Eleanor & Park

Image
two misfits, one extraordinary love eleanor ...Red hair, wrong clothes. Standing behind him until he turns his head. Lying beside him until he wakes up. Making everyone else seem drabber and flatter and never good enough....Eleanor park ...He knows she'll love a song before he plays it for her. He laughs at her jokes before she ever gets to the punch line. There's a place on his chest, just below his throat, that makes her want to keep promises...Park  Those are the sentences on the back of this novel. This novel is written by Rainbow Rowell, by the way. You can visit her website here .  This is a story about a girl named Eleanor Douglas and a boy named Park Sheridan, obviously. Eleanor is a fat American girl, though I don't know how fat. I imagined her just like a fatter version  of Merida from the movie Brave, because, well, she (Eleanor, not Merida) described as "Betty Boop drawn with a heavy hand" and she also had "bright red, on top of ...

Academic (and) Life

Minggu depan saya wisuda, jadi saat ini status saya kurang jelas. Mahasiswa, sudah bukan. Pengangguran, belum dilepas kampus. Saya termasuk orang yang lulusnya agak terlambat. Saya lulus setelah jadi mahasiswa selama 4 tahun 5 bulan. Tapi saya beruntung saya bisa lulus dengan nilai yang cukup baik. Setelah ngeyel memperpanjang masa studi selama satu semester, akhirnya saya bisa memperoleh predikat cumlaude. Jujur. Saya bangga banget sama diri saya sendiri. Biarpun predikatnya diperoleh dengan waktu yang lebih lama dibanding orang-orang lain yang memperoleh predikat itu. Biarpun nilai saya hanya setipis rambut di atas batas minimal untuk memperoleh predikat itu. Tapi saya bangga. Setidak-tidaknya ada sesuatu yang lebih dibanding hanya lulus. Tapi... Sepertinya yang bangga hanya saya seorang. Kali ini saya mau curhat soal reaksi orang tua saya mengenai kehidupan akademik saya selama ini. Beneran ini curhat banget. Bapak saya, academic minded pada taraf yang cukup bru...

Surat 1

Image
Kepada Esha Etlin Saratoga, S.Kel Hai, Esha. Ketika kamu baca surat ini, kamu sudah akan berada jauh dari sini. Yah walaupun tidak sejauh itu sebenarnya. Kita masih menginjak tanah yang sama, berada dalam zona waktu yang sama, dan (mungkin) bisa memandang langit yang sama ( halah ). Intinya kamu dan aku sekarang sudah tidak satu kota lagi. Mungkin kamu akan sering berkunjung ke sini, atau aku mungkin bisa mengunjungimu di sana, tapi itu semua baru mungkin. Mungkin iya, mungkin tidak, kita tidak pernah tahu, Esha :) Jadi beserta surat ini aku mau menyampaikan terima kasih kepada kamu. You have no idea how much I thank you  :) Terima kasih satu, karena dulu kamu (beserta Theo dan Begeng) mau menghibur aku yang lagi cranky berat gegara datang bulan dan kita harus keliling-keliling ke kantor UKK seharian. Seharian aku yang lemah-letih-lesu kalian ajak ngomoooong terus, dari aku cemberut sampai bisa ketawa lepas, karena kalian. Kalian kece! Aku tahu gimana ngeselinnya aku k...

Ibu Pos Elikah Tersayang...

Hai. Ibu Pos Elikah tersayang... Terima kasih ya sudah mau mengantarkan surat-suratku tahun ini. Aku tahu suratku nggak mutu, suka telat, suka bolos, isinya soal orang yang itu-itu aja, sempat bikin sedih, tapi tetap dibaca semua, dikirimin satu-satu. Terima kasih ya :') Ibu Pos Elikah tersayang... Tahun ini ketiga kalinya aku ikut proyek ini, tapi baru tahun ini aku menulis sekian banyak surat. Tepatnya 15 surat di tumblr drakuliandvamp.tumblr.com yang isinya mengenai Drakuli, 2 surat di tumblr philothra.tumblr.com yang ditulis ketika kesulitan akses internet, dan 6 surat di blog luzeagua.blogspot.com termasuk surat ini. Oh ya, ditambah 7 surat Dua Hati. Pas 30 surat (harusnya 45 sih ya hehe), tapi tetap prestasi baru untuk aku.Tahun 2011 aku menulis hanya 5 surat dan tahun 2012 aku hanya menulis 6 surat, dua-duanya dikirimkan oleh Ibu Pos Eka Otto. Jujur saja, aku jadi semangat karena selalu dapat komentar. Terima kasih ya :') Ibu Pos Elikah tersayang... Maaf ya ...

Kepada Tuhan yang Maha Keren

Kepada Tuhan yang Maha Keren, Surat ini akan singkat saja. Aku hanya ingin berterima kasih. Ada waktu-waktu di mana aku merasa Kau mengatur semesta dengan tidak berpihak padaku. Membuatku mengomel dalam hati. Membuat aku bermuram durja tanpa alasan berarti. Tapi ternyata semua itu hanya persiapan pembangunan jalan yang lebih mudah dilalui. Tuhan yang Maha Keren, aku mengamati bagaimana sulitnya jalan teman-temanku, walaupun mereka memulai lebih dahulu. Terima kasih karena walaupun aku mulai terakhir, tapi tidak terlambat, justru paling dimudahkan jalannya. Terima kasih, terima kasih, terima kasih. Tuhan yang Maha Keren, sekian dulu suratku. Anak-Mu yang nakal, Ai